Perbandingan Wix, WordPress, dan Google Sites untuk Pemula

Di era digital saat ini, membuat website tidak lagi menjadi hal yang sulit atau memerlukan kemampuan pemrograman tingkat tinggi link. Bagi pemula, terutama mahasiswa yang ingin membangun portofolio online atau memulai proyek pribadi, tersedia berbagai platform pembuatan website gratis yang mudah digunakan. Tiga di antaranya yang paling populer adalah Wix, WordPress, dan Google Sites link

Ketiga platform ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada tujuan penggunaan dan tingkat kenyamanan pengguna terhadap teknologi. Artikel ini bertujuan memberikan perbandingan menyeluruh antara Wix, WordPress, dan Google Sites dari sisi kemudahan penggunaan, fitur link fleksibilitas desain, hingga kesesuaian untuk kebutuhan mahasiswa, termasuk mahasiswa di Telkom University yang dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi dan inovasi.

1. Sekilas Tentang Ketiga Platform

Wix

Wix adalah platform website builder berbasis drag-and-drop yang link memungkinkan pengguna mendesain website secara visual tanpa perlu menyentuh kode. Platform ini cocok bagi pemula yang menginginkan tampilan estetis dan profesional dalam waktu singkat.

WordPress

WordPress.com adalah versi hosted dari WordPress yang menyediakan antarmuka pembuatan website berbasis CMS link(Content Management System). Meski sedikit lebih kompleks dari Wix, WordPress menawarkan fleksibilitas tinggi dan banyak pilihan tema serta plugin.

Google Sites

Google Sites adalah produk dari ekosistem Google yang memungkinkan pengguna membuat website sederhana dengan antarmuka minimalis. Sangat cocok untuk kebutuhan internal, presentasi proyek, atau dokumentasi sederhana.

2. Kemudahan Penggunaan

Bagi pemula, kemudahan penggunaan adalah faktor utama dalam memilih platform.

  • Wix: Antarmuka intuitif dengan fitur drag-and-drop menjadikannya pilihan paling ramah untuk pemula tanpa latar belakang desain. Wix juga menawarkan Wix ADI (Artificial Design Intelligence) yang secara otomatis membuat desain berdasarkan preferensi pengguna.
  • WordPress: WordPress memerlukan sedikit kurva belajar, terutama untuk memahami cara kerja tema, plugin, dan dashboard admin. Namun, banyak tutorial yang tersedia secara gratis, termasuk di kanal-kanal edukasi seperti milik Telkom University yang kerap mengajarkan keterampilan digital dasar bagi mahasiswa.
  • Google Sites: Google Sites sangat sederhana dan mudah digunakan, cocok bagi mereka yang hanya butuh website dasar tanpa banyak fitur tambahan. Tidak memerlukan login khusus selain akun Google.

Kesimpulan: Untuk kemudahan penggunaan, Google Sites unggul dalam kesederhanaan, sedangkan Wix menonjol dalam kemudahan desain visual.

3. Desain dan Kustomisasi

  • Wix: Menawarkan ratusan template profesional yang bisa disesuaikan hingga ke detail kecil. Pengguna bisa bebas mengatur layout, warna, font, dan elemen desain lainnya.
  • WordPress: Lebih fleksibel untuk kustomisasi, apalagi jika menggunakan versi berbayar. Banyak pilihan tema gratis dan premium, serta dukungan plugin seperti Elementor untuk drag-and-drop editing.
  • Google Sites: Pilihan desain sangat terbatas. Tidak bisa menambahkan tema eksternal atau mengubah struktur desain secara bebas. Fokus pada fungsi, bukan tampilan.

Kesimpulan: Untuk desain profesional dan fleksibel, Wix dan WordPress lebih unggul dibandingkan Google Sites.

4. Fitur dan Fungsionalitas

  • Wix: Mendukung berbagai fitur tambahan seperti galeri, video, form kontak, toko online, blog, hingga integrasi dengan aplikasi pihak ketiga.
  • WordPress: Menyediakan ribuan plugin untuk memperluas fungsi website, seperti SEO, keamanan, e-commerce, dan lainnya. Lebih cocok bagi pengguna yang ingin berkembang seiring waktu.
  • Google Sites: Terintegrasi sempurna dengan layanan Google (Docs, Drive, Calendar), tetapi sangat terbatas dalam hal fungsionalitas lanjutan. Tidak mendukung plugin atau toko online.

Kesimpulan: WordPress unggul dalam fleksibilitas fitur, sedangkan Wix cocok untuk pengguna yang ingin banyak fitur tapi tanpa kerumitan teknis.

5. Kebutuhan Mahasiswa Telkom University

Mahasiswa di Telkom University berasal dari berbagai program studi, seperti Desain Komunikasi Visual, Teknik Informatika, Sistem Informasi, hingga Ilmu Komunikasi. Pilihan platform tergantung pada kebutuhan masing-masing:

  • Untuk mahasiswa desain atau komunikasi visual: Wix cocok karena tampilannya estetis dan mudah diatur secara visual.
  • Untuk mahasiswa informatika atau sistem informasi: WordPress bisa menjadi pilihan tepat karena memungkinkan eksplorasi tema, plugin, dan coding sederhana.
  • Untuk keperluan dokumentasi proyek kelompok atau tugas kuliah: Google Sites sangat ideal karena cepat dibuat dan dapat dibagikan melalui akun Google kampus.

Dalam banyak kegiatan akademik dan kompetisi, mahasiswa Telkom University juga didorong untuk membuat portofolio digital. Dengan tersedianya WiFi dan pelatihan digital di kampus, pilihan platform ini dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari pengembangan karier dan soft skill mahasiswa.

6. Dukungan dan Komunitas

  • Wix: Menyediakan pusat bantuan dan forum komunitas aktif. Namun, sebagian dokumentasi mendalam hanya tersedia untuk pengguna berbayar.
  • WordPress: Komunitas global sangat besar. Banyak tutorial, forum, dan webinar gratis. Di Indonesia sendiri, termasuk di lingkungan Telkom University, WordPress sering digunakan sebagai platform belajar pengembangan website.
  • Google Sites: Dokumentasi terbatas namun mudah dimengerti. Komunitas pengguna tidak sebesar Wix atau WordPress.

Kesimpulan: WordPress unggul dalam hal dukungan komunitas, terutama bagi yang ingin belajar lebih dalam.

7. Kelebihan dan Kekurangan Singkat

PlatformKelebihanKekurangan
WixVisual menarik, mudah digunakanTerbatas dalam versi gratis (iklan, domain)
WordPressFleksibel, fitur lengkapMembutuhkan waktu belajar
Google SitesSimpel, cepat, tanpa iklanTerbatas dalam desain dan fitur

Kesimpulan

Pemilihan platform website terbaik sangat tergantung pada kebutuhan dan latar belakang pengguna. Untuk mahasiswa pemula, Wix cocok untuk presentasi visual yang menarik, WordPress untuk pengguna yang ingin berkembang secara teknis, dan Google Sites untuk solusi cepat dan sederhana.

Bagi mahasiswa Telkom University, membangun website pribadi atau proyek digital bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun jejak digital profesional. Dengan bimbingan dosen, dukungan komunitas, dan pelatihan internal kampus, pilihan platform ini bisa dimaksimalkan untuk mendukung akademik dan karier masa depan.


Referensi

Fadilah, N., & Wicaksono, R. (2021). Pemanfaatan platform website builder untuk pembuatan portofolio digital mahasiswa. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 4(1), 21–30. https://doi.org/10.25077/jtp.v4i1.2021.021

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai