Pemanfaatan Satelit untuk Observasi Lahan Pertanian Skala Luas

Kemajuan teknologi penginderaan jauh dan komunikasi satelit telah membuka era baru dalam sektor pertanian modern. Salah link satu terobosan penting adalah pemanfaatan satelit untuk observasi lahan pertanian skala luas. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan, tanaman, dan pola cuaca secara real-time dan akurat, tanpa perlu mengunjungi langsung lokasi. Di Indonesia, berbagai universitas, termasuk Telkom University, mulai meneliti dan mengembangkan integrasi satelit dengan sistem pertanian cerdas untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung ketahanan pangan nasional link.


Pengertian dan Prinsip Dasar Observasi Satelit

Observasi satelit dalam konteks pertanian mengacu pada penggunaan citra satelit dan sensor orbit untuk memantau variabel-variabel penting di lahan pertanian seperti:

  • Kelembaban tanah
  • Indeks vegetasi (NDVI)
  • Suhu permukaan tanah
  • Pola tanam dan deforestasi
  • Deteksi hama dan penyakit tanaman link

Satelit penginderaan jauh seperti Landsat, Sentinel, dan MODIS merupakan sumber utama data dalam sistem ini. Citra satelit diproses menggunakan algoritma berbasis kecerdasan buatan (AI) dan big data untuk memberikan analisis spasial dan temporal yang akurat.


Manfaat Penggunaan Satelit dalam Pertanian

1. Pemantauan Skala Luas dan Berkelanjutan

Satelit mampu menjangkau wilayah yang sangat luas, bahkan hingga ribuan hektar, dalam waktu yang singkat. Hal ini sangat berguna di negara agraris seperti Indonesia dengan sebaran lahan pertanian yang tersebar di berbagai pulau.

2. Deteksi Dini Masalah Tanaman

Dengan memantau spektrum warna daun dari citra NDVI, petani linkk dan analis dapat mendeteksi stres tanaman akibat kekeringan, kekurangan nutrisi, atau serangan penyakit lebih awal sebelum kerusakan meluas.

3. Efisiensi dalam Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

Informasi dari satelit dapat digunakan untuk menyusun strategi tanam, irigasi, serta pemupukan berbasis lokasi spesifik (precision farming). Hal ini mengurangi pemborosan sumber daya dan meningkatkan hasil panen link.

4. Dukungan terhadap Kebijakan Pertanian Nasional

Pemerintah dapat menggunakan data satelit untuk memetakan luas tanam aktual, memantau distribusi pupuk, hingga mengevaluasi program ketahanan pangan.


Studi Kasus: Implementasi Satelit di Indonesia

a. Program LAPAN dan BRIN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang kini tergabung dalam BRIN, telah mengembangkan sistem pemantauan pertanian berbasis satelit melalui program SATINFO dan INAWARE. Sistem ini digunakan untuk memantau dinamika lahan sawah, perubahan tutupan lahan, dan prediksi produktivitas tanaman padi.

b. Proyek Mahasiswa Telkom University

Di Telkom University, riset mahasiswa dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mengembangkan prototipe dashboard pemantauan pertanian yang menggabungkan data satelit Sentinel-2 dengan visualisasi berbasis GIS. Salah satu proyek yang diangkat adalah pemantauan lahan pertanian di Subang dan Garut untuk memprediksi panen dan mendeteksi kekeringan dengan dukungan AI.

Kata kunci: satellite monitoring, precision agriculture, Telkom University.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai