Perkembangan teknologi digital di era Revolusi Industri 4.0 telah membuka peluang baru dalam dunia pertanian. Salah satu teknologi yang kini banyak dimanfaatkan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani adalah drone atau link Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Dengan kemampuan terbang otomatis dan dilengkapi sensor, drone kini menjadi solusi modern dalam aktivitas pertanian seperti monitoring tanaman dan penyemprotan pestisida atau pupuk cair. Teknologi ini bahkan menjadi fokus riset dan pengembangan di berbagai universitas, termasuk Telkom University, sebagai bagian dari kontribusi terhadap pertanian berkelanjutan berbasis digital link.
Peran Drone dalam Revolusi Pertanian
Drone merupakan alat terbang tanpa awak yang dapat dikendalikan jarak jauh atau terbang secara otomatis berdasarkan pemrograman tertentu. Di bidang pertanian, drone dapat membantu petani melakukan pekerjaan yang selama ini mengandalkan tenaga manusia dan waktu lama, seperti pemetaan lahan, pemantauan kesehatan tanaman, dan penyemprotan.
Menurut Pratama dan Nugraha (2022), penggunaan drone dalam pertanian di Indonesia mengalami peningkatan tajam, terutama di kalangan petani milenial dan startup agritech. Teknologi ini memudahkan proses pengumpulan data tanaman, serta link meningkatkan ketepatan dan efisiensi dalam pengelolaan lahan.
Kegunaan Drone dalam Monitoring Tanaman
1. Pemetaan dan Analisis Lahan
Dengan kamera resolusi tinggi dan sensor multispektral, drone mampu menghasilkan peta lahan pertanian yang sangat akurat. Informasi ini berguna dalam:
- Menentukan topografi dan batas lahan.
- Mengidentifikasi wilayah yang memerlukan perhatian lebih, seperti area kering atau tergenang air.
- Membantu perencanaan tanam dan irigasi secara efisien.
Drone juga digunakan dalam pengumpulan data Normalized link Difference Vegetation Index (NDVI) yang menunjukkan kesehatan tanaman berdasarkan pantulan cahaya.
2. Deteksi Penyakit dan Hama
Melalui pencitraan visual dan termal, drone dapat mendeteksi perubahan warna dan suhu daun tanaman yang menandakan stres, infeksi, atau serangan hama. Deteksi dini ini memungkinkan petani mengambil tindakan lebih cepat, sehingga mencegah kerugian lebih besar.
3. Monitoring Pertumbuhan dan Produksi
Drone memungkinkan pemantauan tanaman secara berkala dalam skala besar, yang tidak memungkinkan dilakukan secara manual. Hal ini memberikan data yang konsisten terkait pertumbuhan tanaman dan prediksi hasil panen.
Drone untuk Penyemprotan Tanaman
Salah satu aplikasi paling praktis dari drone pertanian adalah dalam proses penyemprotan pestisida, herbisida, atau pupuk cair. Beberapa keunggulan penggunaan drone untuk penyemprotan tanaman antara lain:
a. Efisiensi Waktu dan Biaya
Penyemprotan dengan drone jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional menggunakan tangki semprot manual atau kendaraan. Sebuah drone pertanian modern mampu menyemprot hingga 5–10 hektar per jam.
b. Akses ke Area Sulit
Drone dapat menjangkau lahan dengan medan sulit seperti perbukitan, sawah basah, atau ladang yang luas, tanpa harus menginjak lahan secara langsung.
c. Takaran yang Lebih Akurat
Dengan sistem penyemprotan otomatis dan pengaturan dosis, drone dapat menyemprot dengan jumlah yang tepat dan merata, mengurangi pemborosan bahan kimia dan dampak lingkungan.
d. Keamanan Pekerja
Petani tidak perlu lagi terpapar langsung dengan bahan kimia berbahaya saat melakukan penyemprotan, karena prosesnya dilakukan secara otomatis dari jarak jauh.
Studi Kasus: Implementasi Drone oleh Mahasiswa Telkom University
Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Terapan dan Fakultas Teknik Elektro di Telkom University telah mengembangkan prototipe drone pertanian otomatis yang mampu memetakan dan menyemprot tanaman secara terprogram. Dalam salah satu proyek pengabdian masyarakat di daerah Subang, tim mahasiswa dan dosen Telkom University berhasil menerapkan teknologi ini untuk membantu petani hortikultura dalam pengendalian hama dan monitoring produktivitas lahan.
Penelitian ini juga mengintegrasikan data IoT dari sensor tanah untuk mendukung keputusan penyemprotan, menjadikan teknologi ini sebagai bagian dari pertanian presisi yang efisien dan berbasis data (Fauzan & Salsabila, 2023).
Tantangan dalam Penggunaan Drone Pertanian
Meski membawa banyak manfaat, adopsi drone dalam pertanian di Indonesia menghadapi beberapa hambatan, antara lain:
- Harga Drone dan Perawatan
Drone pertanian memiliki harga yang cukup tinggi dan memerlukan perawatan serta pelatihan khusus. - Regulasi dan Perizinan Terbang
Penggunaan drone di wilayah tertentu memerlukan izin dari otoritas penerbangan dan perlu mengikuti regulasi keselamatan udara. - Keterampilan Teknologi
Banyak petani belum memiliki literasi digital yang cukup untuk mengoperasikan perangkat drone dan menginterpretasi data yang dikumpulkan.
Namun demikian, dengan keterlibatan institusi pendidikan seperti Telkom University, tantangan-tantangan ini dapat diatasi melalui pelatihan, edukasi, dan dukungan inovasi yang tepat sasaran.
Masa Depan Drone di Dunia Pertanian
Teknologi drone diprediksi akan menjadi bagian utama dari sistem pertanian pintar (smart farming) masa depan. Dengan integrasi teknologi seperti AI, machine learning, dan big data, drone tidak hanya akan menjadi alat terbang, tetapi juga sistem analisis cerdas yang dapat memberikan rekomendasi otomatis kepada petani.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri diperlukan untuk mengembangkan ekosistem teknologi pertanian yang berkelanjutan. Telkom University, sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi digital, memiliki peran strategis dalam melahirkan inovator dan praktisi pertanian digital yang mampu memaksimalkan potensi drone untuk ketahanan pangan nasional.
Kesimpulan
Pemanfaatan drone dalam monitoring dan penyemprotan tanaman merupakan terobosan penting dalam dunia pertanian modern. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan efektivitas, tetapi juga membuka jalan menuju pertanian berbasis data dan ramah lingkungan. Dukungan riset dan edukasi dari lembaga seperti Telkom University sangat krusial dalam mempercepat adopsi drone secara luas oleh petani Indonesia.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan meningkatnya kesadaran petani akan manfaat digitalisasi, drone berpotensi menjadi salah satu tulang punggung dalam mewujudkan sistem pertanian cerdas yang berkelanjutan dan kompetitif di era global.
Referensi
Fauzan, M. R., & Salsabila, A. F. (2023). Inovasi Drone Penyemprot Otomatis untuk Pertanian Presisi. Jurnal Teknologi Terapan Telkom University, 5(2), 134–142.
Pratama, H. W., & Nugraha, F. (2022). Efektivitas Penggunaan Drone dalam Penyemprotan Pestisida pada Lahan Sayuran di Jawa Barat. Jurnal Pertanian Digital, 4(1), 55–63.