Kesalahan Umum saat Membuat Website Gratis dan Cara Menghindarinya

Di era digital, memiliki website pribadi atau bisnis bukan lagi pilihan link, melainkan kebutuhan. Terutama bagi mahasiswa dan pemula, platform website gratis menjadi solusi cepat dan efisien untuk membangun kehadiran online tanpa harus menguasai coding atau mengeluarkan biaya. Namun, meskipun platform gratis seperti WordPress.com, Wix, Google Sites, dan lainnya sangat link memudahkan, banyak pengguna pemula yang masih melakukan kesalahan fundamental saat membuat website. Kesalahan ini bisa berdampak pada kredibilitas, kepercayaan pengunjung, bahkan peringkat di mesin pencari link.

Mahasiswa dari institusi teknologi seperti Telkom University, yang dikenal sebagai pelopor pendidikan digital di Indonesia, seringkali dituntut untuk membuat website untuk tugas, portofolio, atau usaha rintisan. Oleh karena itu, memahami kesalahan umum dan cara menghindarinya menjadi keterampilan penting yang mendukung kesiapan digital mereka link.


1. Mengabaikan Tujuan Website

Kesalahan: Banyak pemula langsung membuat website tanpa merumuskan tujuan jelas. Akibatnya, isi website menjadi tidak fokus, membingungkan, dan tidak menarik bagi pengunjung link.

Cara Menghindari:

  • Tentukan tujuan utama: Apakah untuk portofolio, blog pribadi, toko online, atau edukasi?
  • Rancang struktur dan konten berdasarkan tujuan tersebut.
  • Mahasiswa Telkom University, misalnya, sering menggunakan situs untuk portofolio proyek akhir atau publikasi hasil penelitian (Rahmat & Hidayat, 2022).

2. Memilih Template yang Tidak Responsif

Kesalahan: Banyak yang memilih desain template berdasarkan tampilan di desktop, tanpa mengecek bagaimana tampilan di ponsel.

Cara Menghindarinya:

  • Gunakan template responsive (otomatis menyesuaikan dengan ukuran layar).
  • Selalu lakukan preview di berbagai perangkat sebelum menerbitkan.
  • Menurut survei di Telkom University, 75% mahasiswa mengakses website melalui perangkat mobile (Sari & Nugroho, 2023), menjadikan mobile-friendly design sebagai aspek krusial.

3. Terlalu Banyak Elemen Visual

Kesalahan: Mengisi halaman dengan terlalu banyak animasi, gambar besar, atau warna mencolok membuat pengunjung cepat lelah dan lambat memuat.

Cara Menghindarinya:

  • Gunakan desain minimalis dan bersih.
  • Kompres ukuran gambar sebelum diunggah.
  • Pilih skema warna yang konsisten dan mudah dibaca.

4. Tidak Memperhatikan Struktur Navigasi

Kesalahan: Navigasi yang rumit atau tidak intuitif menyebabkan pengunjung kesulitan menjelajahi website.

Cara Menghindarinya:

  • Gunakan menu yang jelas: Beranda, Tentang, Kontak, Portofolio, Blog.
  • Hindari dropdown menu yang terlalu dalam.
  • Mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Telkom University telah diajarkan pentingnya UX dan UI dalam struktur navigasi situs (Prasetyo & Widya, 2023).

5. Menggunakan Domain Gratis yang Terlalu Panjang

Kesalahan: Subdomain gratis seperti namakamu1234.mywebsitegratis.com terlihat tidak profesional dan sulit diingat.

Cara Menghindarinya:

  • Pilih nama domain yang singkat dan mudah diingat, meskipun masih memakai subdomain gratis.
  • Jika memungkinkan, investasikan untuk membeli domain berbayar (misalnya .com, .id).

6. Lalai Mengisi Konten yang Relevan dan Berkualitas

Kesalahan: Banyak pemilik website mengisi halaman hanya dengan teks seadanya atau copy-paste dari sumber lain, tanpa memperhatikan kualitas dan orisinalitas.

Cara Menghindarinya:

  • Tulis konten orisinal yang informatif dan sesuai audiens target.
  • Gunakan bahasa yang sesuai, baik formal maupun santai, tergantung tujuan.
  • Untuk mahasiswa Telkom University, ini relevan untuk mendukung nilai akademik dan mencegah plagiarisme digital.

7. Tidak Menyediakan Kontak atau Informasi Pribadi

Kesalahan: Beberapa situs tidak mencantumkan informasi kontak atau media sosial, padahal ini penting untuk menjalin koneksi atau peluang kerja.

Cara Menghindarinya:

  • Tambahkan halaman “Kontak” berisi email, LinkedIn, atau akun media sosial yang profesional.
  • Jika untuk bisnis, tambahkan formulir kontak dan Google Maps (jika memiliki alamat fisik).

8. Lupa Mengaktifkan SEO Dasar

Kesalahan: Website gratis sering diabaikan dari sisi optimasi mesin pencari, padahal ini bisa membuat situs tidak ditemukan di Google.

Cara Menghindarinya:

  • Isi judul halaman, deskripsi, dan meta tag.
  • Gunakan kata kunci (keywords) yang relevan di setiap halaman.
  • Platform seperti WordPress dan Wix sudah menyediakan pengaturan SEO dasar yang mudah digunakan.

9. Tidak Rutin Melakukan Pembaruan

Kesalahan: Setelah membuat website, banyak pengguna tidak memperbarui konten, sehingga terlihat usang dan tidak terawat.

Cara Menghindarinya:

  • Jadwalkan update berkala: menulis artikel baru, mengganti foto, atau memperbarui informasi kontak.
  • Gunakan kalender konten sederhana.

10. Mengabaikan Keamanan Website

Kesalahan: Walau menggunakan platform gratis, pengguna tetap perlu memikirkan aspek keamanan dasar.

Cara Menghindarinya:

  • Gunakan kata sandi yang kuat dan unik.
  • Hindari menyimpan data sensitif di website gratis tanpa proteksi.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah bila tersedia.

Kesimpulan

Membangun website gratis memang terasa mudah dan cepat, namun kesalahan-kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap efektivitas situs tersebut. Terutama bagi pemula dan mahasiswa seperti yang ada di Telkom University, yang berada dalam lingkungan digital-savvy, memahami dan menghindari kesalahan ini dapat meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kehadiran digital mereka.

Dengan merancang tujuan yang jelas, memilih desain responsif, menyusun konten berkualitas, dan memperhatikan aspek SEO dan keamanan, pemula dapat memaksimalkan potensi website gratis untuk berbagai kebutuhan: portofolio, bisnis, hingga branding pribadi.


Referensi

Prasetyo, A., & Widya, S. (2023). Strategi Desain UX dalam Pembuatan Website Mahasiswa. Jurnal Inovasi Digital Kampus, 4(1), 22–34.

Rahmat, F., & Hidayat, R. (2022). Website Mahasiswa Sebagai Media Portofolio Digital: Studi Kasus di Telkom University. Jurnal Teknologi dan Edukasi Digital, 3(2), 45–58.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai